Selasa, 15 Desember 2015

Politik Islam
               
Banyak orang beranggapan bahwa istilah politik tidak akan jauh berbeda dengan kata kekuasaan, sedangkan kekuasaan dianggap sesuatu yang kotor. Agama Islam adalah agama yang suci, Islam adalah wilayah yang sakral. Maka dari sinilah kemudian  timbul sikap apatis  umat Islam terhadap politik dan enggan berkecimpung di wilayah politik. Kemudian di sisi lain umat Islam mengeluh seperti yang terjadi di Ibu Kota kita Jakarta yang dipimpin oleh seorang non-muslim ; Basuki Cahaya Purnama (Ahok) dengan beberapa keputusannya yang menyakiti umat Islam. Terlepas dari pernyataan di atas, ada dua pertanyaan yang sekiranya bisa kita ajukan: pertama, apa sebenarnya definisi dari politik? Kedua, haruskah umat Islam terjun ke dalam dunia politik?
Hasil gambar untuk politik islamPolitik, realitanya pasti berhubungan dengan masalah mengatur urusan rakyat baik oleh negara maupun rakyat. Sehingga definisi dasar menurut realita dasar ini adalah netral. Hanya saja, tiap ideologi (kapitalisme, sosialisme, dan Islam) punya pandangan tersendiri tentang aturan dan hukum mengatur sistem politik mereka. Dari sinilah muncul pengertian politik yang mengandung pandangan hidup tertentu dan tidak lagi “netral”.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia makna politik adalah pengetahuan mengenai ketatanegaraan atau segala urusan dan tindakan (kebijakan) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. Artinya, politik adalah pengaturan suatu kelompok masyarakat negara maupun keluarga, maka dari sini bisa dikatakan bahwa seorang ayah di dalam keluarga adalah politikus yang mengatur keluarganya,  sedangkan ibu dan anak-anaknya adalah rakyat dan dewan dewan.
Hasil gambar untuk politik islam
Umat Islam sedang dibenturkan dengan makna politik dari berbagai pandangan, pandangan Barat politik diartikan sebatas pengaturan kekuasaan, bahkan menjadikan kekuasaan sebagai tujuan dari politik. Akibatnya yang terjadi hanyalah kekacauan dan perebutan kekuasaan, bukan untuk mengurusi rakyat. Hal ini bisa kita dapati dari salah satu pendapat ahli politik di Barat, yaitu Loewenstein yang berpendapat “politic is nicht anderes als der kamps um die Macht” (politik tidak lain merupakan perjuangan kekuasaan).  Adapun definisi politik dari sudut pandang Islam adalah pengaturan urusan-urusan (kepentingan) umat baik dalam negeri maupun luar negeri berdasarkan hukum-hukum Islam. Pelakunya bisa negara  maupun kelompok atau individu rakyat. Jadi, esensi politik dalam pandangan Islam adalah pengaturan urusan-urusan rakyat yang didasarkan kepada hukum-hukum Islam. Adapun hubungan antara politik dan Islam secara tepat digambarkan oleh Imam al-Ghazali: “Agama dan kekuasaan adalah dua saudara kembar. Agama adalah pondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan runtuh dan segala sesuatu yang tidak berpenjaga niscaya akan hilang dan lenyap”.
Hasil gambar untuk politik islamPolitik tidak bisa dipisahkan dengan agama, antara agama dan politik adalah satu kesatuan yang harus tetap ada, karena jika suatu agama sudah dibentengi oleh kekuasaan politik, maka akan terjaga pula agama tersebut. Sebagai fakta yang  terjadi di negara-negara luar seperti Rusia, negara ini melarang pengikutnya mempelajari ajaran Islam, dilarang berpakaian ala Islami (Arab) dan dilarang mempelajari bahasa Arab,  sehingga umat Islam di sana terkekang dengan pemerintah yang dzalim. Artinya, agama “pembenci Islam” telah berkuasa atas rayatnya yang beragama Islam.
Aspek politik Islam berasal dari al-Qur'an dan Sunnah (ucapan dan perilaku Nabi Muhammad Saw), sejarah Muslim, dan elemen gerakan politik baik di dalam ataupun di luar Islam. Yakni, perpolitikan dalam Islam harus tunduk dengan asas Islam dan tidak melanggarnya.
Asal mula Islam sebagai gerakan politik telah dimulai sejak zaman Nabi Muhammad Saw. Pada 622 M., sebagai pengakuan atas klaim kenabiannya, Nabi Muhammad  SAW diundang untuk memimpin kota Medinah. Pada saat itu dua kaum yang menguasai kota; Arab Bani Aus dan Bani Khazraj, berselisih. Warga Medinah menganggap Nabi Muhammad sebagai orang luar yang netral, dan adil, diharapkan dapat mendamaikan konflik ini. Nabi Muhammad dan pengikutnya hijrah ke Medinah, di mana mereka  menyusun Piagam Madinah. Dokumen ini mengangkat Nabi Muhammad sebagai pemimpin kota sekaligus mengakuinya sebagai rasul Allah. Hukum yang diterapkan Nabi Muhammad pada saat berkuasa berdasarkan Quran dan Sunnah (perilaku yang dicontohkannya). Rosulullah mendapatkan banyak pengikut dan membentuk tentara. Pengaruhnya kemudian meluas dan menaklukkan kota asalnya Mekkah, dan menyebar ke seluruh Jazirah Arab berkat kombinasi diplomasi dan penaklukan militer.
Dengan demikian, hubungan Islam dan politik adalah jelas. Melalaikan diri dari aktivitas politik Islam juga jelas bahayanya bagi kaum Muslim. Inilah saatnya kaum Muslim bangkit dari tidurnya yang panjang, berjuang secara politik untuk melawan penjajah yang selama ini telah menindas mereka. Dan disinilah latak penting bagi kaum Muslim mempelajari lebih jauh politik Islam. Dan tentu saja setelah itu, terjun langsung dalam masalah politik, tidak hanya diam dan menunggu datangnya pertolongan Allah SWT.




Minggu, 22 November 2015



“You do not live at once. You only die once and live every day.”

Anda tidak hidup sekali. Anda hanya mati sekali dan hidup setiap hari.


“We will never know the real answer, before you try.”

Kita tidak akan pernah mengetahui jawaban yang sebenarnya, sebelum kita mencoba.


“Tranquility can be found when we are with God.”

Ketenangan bisa kita temukan apabila kita bersama Tuhan.


“If you want the respect of others, you must respect yourself first.”

Jika anda ingin dihargai orang lain, maka hargailah diri anda sendiri.


“Nothing is impossible. Anything can happen as long as we believe.”

Tidak ada yang mustahil. Semua bisa terjadi asalkan kita percaya
Piagam Madinah dan Toleransi Islam
          Selama sepuluh tahun di Makkah dan mendapat respon negatif dari penguasa masyarakat Makkah, maka Nabi mengirim bebeapa sahabatnya menuju habasyah karena beliau mengtehui bahwa raja Habasyah yaitu raja Najasyi adalah raja yang adil dan tidak mendolimi seorangpun. Nabi memerintahkan dua belas sahabat yang laki laki termasuk Sy ustman sebanagi pimpinan bersama istri beliau sy Ruqoyyah binti rosulullah, dan dari kalangan perempuan 4 orang,  sahabatnya untuk mendakwahkan islam di negeri habayah.
Hasil gambar untuk piagam madinah            Pada bulan romadlon Nabi pergi ke masjidil harom, dan didalamnya terdapat beberapa pembesar Quraisy, saat Nabi mambaca surat an Najm “ Fasjudulirobbika wa’buduh” maka secara tidak sengaja kafir Quraisy ikut sujud bersama Nabi, mereka idak sadar dengan bacaan al Quran Nabi yang indah, sehigga kabar ini sampai kepada sahabat nabi yang berada di Habasyah dengan cerita yang berbeda, mereka dikabarkan bahwa kafir Quraisy sudah memeluk islam. Akhirnya mereka meutuskan untuk kembali ke Makkah, tetapi kabar yang mereka dapatkan bereda dengan kenyataan. Siksaan kafir Quraisy terhadap kaum mulslimin bertambah keras, sehingga nabi memutuskan untuk hijrah ke Habasyah yang kedua kalinya, kali ini jumlah sahabat yang hijrah lebih banyak, 83 dari kalangan laki-laki dan 18 dari kanagan perempuan.
            Sekian lama umat islam menerima kepedihan dari siksaan kafir Quraisy kepada mereka, tapi Allah tidak pernah membiarkan hambanya, berawal dari masuk islamnya sy Hamzah paman Nabi yang terkenal dengan kehebatannya dan kekuatannya, kemudian disusul dengan masuk islamnya Sy Umar tiga hari setelah Sy Hamzah menyatakan keislamannya, yaitu pada bulan Dzulhujjah atau tahun ke enam dari kenabian.(rohukim mahtum 103) .Maka semenjak itulah islam mulai ditakuti dan disegani oleh masyarakat Makkah, dengan masuk islamnya dua orang yang diaggap mulya dan kuat di kalangan Arab, yaitu Sy Hamzah dan Sy Umar bin Khottob.
Hasil gambar untuk piagam madinah            Merasakan pedihnya mendakwahkan islam di Makkah maka Nabi saw  diperintah untuk meakukan hijrah ke Madinah yang saat itu masih bernama Yastrib. Beliau bersama Sy Abu Bakar as shiddiq dan Abdullah bin Aby Uraiqit sebagai penunjuk jalan. Kaum muslimin berhijah bersama Umar al Faruq, Tholhah, Hamzah, Zaid bin Haris, Abd Rahman bin Auf, Abu hudzaifah, Zubair bin Awwam, Usman bin Affan, Maka hijrahlah kaum muhajirin dari Makkah pada hari senin dan tiba di Madinah pada hari senin pagi.
            Masyarakat Madinah menyambut kedatangan Nabi dan kaumnya dari Makkah dengan sambutan yang amat bahagia, mereka melantunkan qosidah yang memuji Rosulullah. Nabi memulai dakwahnya dengan membangun masjid pertama kali, dan kemudian mempersaudarakan kaum muhajirin dengan kaum ansor, dan menyuruh mereka untuk memperkuat persaudaraan dengan menyambung sulaturrahmi dan menebarkan salam kepada orang yang dikenal ataupun tidak.
Hasil gambar untuk piagam madinah            Di era ini, Nabi merintis sebuah negara dengan cara baru, beliau timbul sebagai moderenis dengan mendirikan negara islam didunia. Beliau juga membuat konstitusi tertulis di dunia. Pada tahun ke satu dari hijrah atau tahun 622 M. Dikala itu tidak ada satupun negara yang  mengatur dengan baik tatacara hidup berdampingan antar masyarakat beragama(piagam madinah dan tolransi islam hal 1 , adian husaini). maka dibangunlah oleh Nabi saw sebuah perjanjian tertulis yang mengaturnya . Beliau menulis Mistaqul Madinah (piagam madinah) untuk mengatur kehidupan sosial masyarakat madinah meskipun berbeda agama dan keyakinan.  Begitu nabi hijrah ke madinah, beliau tidak langsung memerintahkan sholat atau jihad dan lain lain, justru beliau menyuruh umat islam untuk berbuat baik antar sesamanya dengan membiasakan diri mengucap salam dikala bertemu dan menyambung silaturrahmi antar saudara. Nabi juga menpersaudarakan kaum muhajirin dan ansor sehingga walaupun mereka bukan saudara se ayahataupun se ibu, mereka masih saudara seagama, dan menyayangi mereka selayaknya menyayangi saudara sendiri.  Kemudian setelah rosulullah menguatkan persaudaraan antar sesama muslim kemudian nabi membangun persaudaraan antar umat beda agama untuk hidup damai dan berdampigan.
Konstitusi  madinah dalah saksi dari besarnya tolransi islam pada zaman itu, yakni umat muslim hidup damai berdampingan dengan non muslim di madinah. Istilah konstitusi madinah diberikan oleh seorang orientalis, W. Montgomary watt. Muhammad Zafrullah khan, mantan mentri pakistan dan wakil ketua kanstitusi internasional , memberikan nama negara Madinah sebagai “Republik Madinah” . dalam bukunya seorang cendikiawan muslim H. Zainal Abidin Ahmad memaparkan bahwa pagan madinah merupakan konstitusi tertulis pertama di dunia, mendahului Magna Charta di Inggris selama enam abad lamanya, dan mendahului konstitusi Amerika Serikat dan Prancis selama 12 abad. Karena mereka semua berawal dari inspiasi yang mereka saksikan dari sahabat nabi dan kholifah kholifah setelah nabi yang memimpin wilayah kekuasannya dengan damai. Antara umat islam dan non muslim hidup dengan damai. Muamalah dan interaksi jual beli umat muslim dengan umat non muslim diterapkan dengan baik, tidak ada saling mencaci dan membuat keributan dalam beribadah. Berikut sebagian isi piagam madinah yang telah diterjemahkan oleh H Zainal Abidin Ahmad dalam bukunya Piagam Nabi SAW: konstitusi negara tertulis pertama di dunia:
“ bahwa sesungguhnya kaum yahudi yang setia kepada negara kita, berhak mendapat bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi haknya dan tidak boleh diasingkan dari pergulan umum”
“warga negara (dari golongan) yahudi memikul biaya bersama sama kaum beriman, selama negara dalam peperangan.”
“kaum yahudi dari suku banu auf adalah satu bangsa-negara beriman dengan warga yang beriman. Kaum yahudi bebas memluk agama mereka, , kebebasan ini juga berlaku bagi pengikut lainnya. “
Akhirnya Madinah jadilah negara yang kuat dan masyarakatnya saling membela, jika kaum yahudi diserang maka muslimin wajib membelanya, demikian juga disaat muslimin di serang maka yahudi dan non muslim lainnya juga wajib membantu muslimin. Jika prjanjian itu dilanggar maka negara akan menghukum yang bersangkutan, yang muslim maupun yang kafir.
            Maka muncullah paradiga baru setelah adanya  piagam Madinah sebagai konstitusi negara Madinah keyakinan bahwa pemeluk islam adalah satu kesatuan walaupun berbeda suku, ras dan golongan. Dengan melihat piagam madinah dengan berlandasan al Quran dan hadis Nabi sangat jelas akan toleransi islam dan tidak melihat agama dalam berbuat baik, yaitu saling melindungi dan saling mebantu, dan tidak ada paksaan dalam beragama.
Akhlaq islam yang indah meskipun kepada non muslim, dalam kehidupan sehari hari kini menjadi ciri khas islam di zaman itu, sehingga banyak dari non muslim yang menyatakan dirinya memeluk islam degan tanpa peperangan. Merek mengagumi akhlaq islam yang sedemikian mulya. Allah telah menjelaskan di dalam Al quran akan tidak adanya paksaan memeluk agama islam bagi manusia, karena sudah sangat jelas sekali perbedaan mana agama yang benar dan mana agama yang salah ,manusia yang sudah diberi akal yang digunakan untuk berfikir dan dapat membedakan suarau hal lewat akalnya,  maka manusia di tuntut untuk berfikir dan memilih sendiri mana yang benar dan mana yang salah. Dan Allah sudah memberi janji baik dan buruk dari pilihannya itu, barangsiapa yang mengikuti kebenaran janji Allah baik, dan barangsiapa yang tidak mengikuti akan mendapat balsannya nanti.
  Kita tidak diperintah membenci umat yang tidak mau memeluk islam selama dia tidak menyerang islam. Umat islam dituntut berlemah lembut dalam mengajak kepada kebaikan,  sehingga mereka mendengar kalam-kalam Allah.  Dari cuplikan tarikh Rosulullah dalam piagam Madinah, kita  bisa mengetahui akan perhatian islam terhadap sikap toleransi, dengan toleransi yang diajarkan islam, maka akan menciptakan kesejahtaraan bersama.


 .
Nabi Muhammad Saw Sang Modernis
            Sejak abad ke 7 M hingga saat ini perbincangan tentang kehebatan Nabi Muhammad masih tak kunjung reda, Manusia manapun, agama manapun, dan negara maju dan berkembang manapun pasti mengenal sosok “sang modernis ini”. Namanya masih disebut-sebiut oleh jutaan, milyaran bahkan triliun manusia di seluruh dunia. Seorang sosok yang diakui akan kehebatannya, bagi kaum kafir apalagi orang muslimya. Berbagai prestasi gemilang yang beliau ciptakan diakui dunia, sejarah beliau banyak ditulis dan dijadikan rujukan manusia sedunia.
            Semenjak diutus ke muka bumi Nabi Muhammad sudah menunjukkan penolakannya terhadap kejahiliyahan kaumnya, menyembah tuhan yang merek buat sendiri, patung yang tak bergerak dan tak memberi manfaat sedikitpun.  Sehingga beliau memilih “Bertahannus” di gua Hira’ sebagai bentuk penolakan terhadap apa yang banyak dilakukan bangsa arab di zaman itu. hingga pada akhirnya beliau diutus dengan membawa kebahagiaan besar. Beliau juga menyelamatkan manusia dari kesengsaraan yang besar. Beliau menjadi sebab tercapainya berbagai kebaikan di dunia dan di akhirat. Beliau memberikan pencerahan kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kejahilan. Beliau memberikan hidayah kepada manusia yang sebelumnya berada dalam kesesatan.
            Rosulullah saw diciptakan sebagai Ruswatun hasanah bagi umat seluruh dunia, beliau diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia yang mulai rusak, dan membimbing merek ke jalan yang benar, manusia yang mulai melupakan perannya sebagai kholifah di dunia.
            Agama islam yang beliau bawa adalah agama yang menjadi penghapus agama sebelum islam, lalu apakah para nabi sebelum Nabi Muhammad agamanya salah?. Jawabannya adalah “Tidak”. Islam bukanlah agama yang baru, islam adalah agama yang dianut para nabi dan rosul sebelum Rosulullah Muhammad saw. Allah menerangkan di dalam al Quran bahwa nabi Ibrahim itu beragama islam yang “hanif” lurus, dan Nabi Ibrahim bukan pula beragama Yahudi atau Nasrani dan bukan pula golongan orang yang Musyrik. Orang yang mengikuti Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad baru akan di sebut dengan rang yang beriman(Ali Imran:67-68). Dengan demikian agama islam bukanlah agama yang baru, tapi agama islam adalah pembaharu dan agama yang telah lama dilupakan oleh manusia.
            Allah swt memodernkan manusia melalui seorang Nabi kepada manusia yang mulai menyimpang akhlak dan agamanya, agama islam adalah penyempurna akhlaq serta mejadi landasan luasnya kehidupan manusia di muka bumi ini. Seorang nabi yang diutus kepada kamumnya yang telah jauh dari fitranya tersebut akan memoderenkan kaumnya, dengan ajaran dari Allah swt. Sebagai contoh riilnya, Nabi Ibrahim diutus kepda kaum penyembah berhala dengan membawa pemikiran yang modern, beliau menggunakan pendekatan akal manusia, beliau memutar balikkan logika para penyembah berhala dengan memotong berhala-berhala kecil dan meletakkan kapak di patung yang lebih besar. Dari pengingkaran kaum kafir tersebut bahwa tidak mungkin patung besar itu yang melakukannya karena patung itu tidak bisa berbuat apa, dari sinilah Nabi Ibrahim mengajak mereka untuk berfikir, “ jika memang demikian, lalu mengapa kaian menyembahnya?”.
            Di masa jahiliyah, perempuan sangat tidak ada harganya, mereka adalah hina, siapa saja boleh menggaulinya dimana saja bertemu, perempuan dianggap tidak berharga dan hanya dijadikan objek menumpahkan nafsu lelaki, bisa dibilang mereka lebih hina dari pada hewan.dalam pernikahan wanita disamaratakan dengan budak, sekehendak suami akan dibagaimanakan istrinya. Dengan datangnya islam sebagai agama yang modern memerintahkan wanita untuk menutup aurotnya, islam menganggap mereka perhiasan yang tidak boleh dilihat orang, sehingga mencegah pandangan haus lelaki kepadanya. Demikian juga dalam rumah tagga, meskipun suami memiliki hak tolak (cerai) kepad sitrinya, islam juga memberi hak cerai kepada suaminya yang disebut Khulu’. Dalam islam juga istri wajib taat kepada suaminya melebihi orangtuanya, maka islam memerintahkan kepada seorang suami untuk menafkahinya lahir batin dan melindungunya. Kebiasaan bagsa arab yang suka riba, minum khomer bermaksiat, merampas hak orang lain dan berjudi islam merubahnya dengan tegas namun dengan cara rohmah, terbukti setelah terjadinya Fathu Makkah “penaklukan kota Mekkah yang terjadi tanpa pertumahan darah.
            Islam berkembang sangat pesat, sososk Rosulullah adalah sosok yang sangat berperan dalam islam khususnya dalam hal peradaban, beliau mampu memebwa bangasa arab jahiliyah yang terdapat adat-adat yang melanggar HAM masa kini seperti membunuh bayi perempuan, menganiaya budak dll menuju bangsa yang unggul dan maju, beliau membawa perekenomian arab menjadi ekonomi yang cepat berkembang dan menjadi bangsa yang kaya. Dalam waktu yang reatif singkat, beliau dapat menggoncangkan dunia dengan islam, bangsa arab dengan islam menjadi bangsa yang gerang, tidak takut mati, berani membela agama walau maut datang. Pendiikan, perekonimian, poilitik, sosial dan budaya berkembang pesat, sehingga tak sampai seratus tahun dari kewafatan bealiau, beliau tekah berhasil mencetak orang-orang yang sangat gentol, pandai dalam hal agama, ekonomi, politik, budaya dan sebagainya. Hingga pada akhirnya kerajaan-kerjaan besar berada di bawah kekuasaan islam seperti Persia dan Romawi. Islampun meluas hingga ke Eropa seperti spanyol dan di Afrika seperti Mesir, benteng terkuat sedunia Konstantinopel berhasil ditaklukkan oleh seorang kholifah muda bernama Muhammad al Fatih. Baital Maqdis yang berhasil direbut kembali oleh Solahuddin al Ayyuby setelah dikuasai oleh bangsa kristen. dalam hal pendidikan  Rosulullah dapat mencetak sahabtnya yang alim dengan ilmu agama seperti Ibn Abbas, dan Ahlussuffah yang “menyantri” kepada beliau dan banyak meriwayatkan hadis-hadis dari beliau, seperti Abu Khurairah, Sy Ali dan sahabat lainnya yang menjadi guru para Tabiin dan menjadi guru kepada semua manusia, hingga terlahirlah dalam islam banyak sekali ilmuwan-ilmuwan yang profesional seperti Ibnu Sina si dokter dunia, Ibn Kholdun si filosofi, Phitagoras si Matematikawan , Ibn Rusy, al Kindi dan masih banyak lagi ilmuwan terutama yang sangat mendalami ilmu agama. Banyak dari kitab-kitab ilmuwan islam yang diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa dan dijadkan sebagai buku rujukan suatu universitas di dunia.
            Maka dari sinilah Michael H. Hart yang notabenenya dia bukanlah beragama islam tanpa ragu-ragu meletakkan nama Muhammad pada tingkatan pertama dalam bukunya “The 100: A Rangking of The Most Influential Persons in History”. Michael H. Memiliki banyak alasan yang sangat logis mengenai hal itu, tanpa ada bau kefanatikan dia menuis nama Muhammad saw pada urutan petama,  meskipun dia banyak mendapat kritikan terutama kaum Kristen sebab dia meletakkan Nabi Isa pada urutan ke tiga setelah Isaac Newton. Demikian juga nama Budha dan pemuka agama-agama lainnya. Tapi tetap saja Michel tidak dapat berbohong dengan kenyataan, dia berani menuliskan nama Muhammad pada urutan pertama dari 100 orang-orang paling berpengaruh di dunia.

             

Pluralisme Agama

Pluralisme Agama
Hasil gambar untuk pluralisme            Dalam kamus besar bahsasa Indonesia plural artinya jamak, plural adalah kata yang digunakan untk menunjukkan jumlah yang lebih dari satu. Secara etimologi pluralisme agama bersal berasala dari dua kata; “plural” dan “agama”. Jika kita terjemahkan kedalam bahsa Arab maka bunyinya “al taaddudiyah al Diniyah” dan dalam bahasa inggris menjadi “preligious pluraism”. Kata pluralism dan istilah itu tidak ada dalam islam, maka istilah ini diimpor dari inggris, definisi akurat dari bahasa inggris oleh John M. Echols dan Hassan Shadily plurality 1, orang banyak, 2 perbadaan antara jumlah suara terbesar dengan jumlah berikutnya, 3 jumlah terbanyak. Sedangakan dalam definisi akuratnya dari kamus bahasa Inggris juga, kata “pluralism” pertama, pengertian kegerejaan: sebutan untuk orang yag memegang lebih dari satu jabatan dalam strukrur kegerejaan, memegng dua atau lebih jabatan secara bersamaan, bersifat kegerejaan maupun nonkegerejaan. Kedua pengertian filosofis, berarti sistem pemikiran yang mengakui adaya landsan pemikiran yang mendasar yang lebih dari satu. Ketiga, pengertian sosiopolitis: suatu sistem yang mengakui koeksistensi keragaman kelompok, baik yang bercora ras, suku, aliran, maupun partai dengan tetap menjunjung tinggi aspek perbedaan yang sangat karteristik diantara kelompok-kelompok tersebut, maka dari sini kita bisa mengetahui apa makna plural, yaitu mengakui keberagaman yang ada dengan tetap memelihara perbedaan tersebut.(islam bukan libral hal 21)
Hasil gambar untuk pluralisme            Pluralime agama di Indonesia khususnya telah disalah gunakan dan disalah artikan. Mereka menggunakannya untuk mempluralkan agama dengan meyakini semua agama adalah benar. Semua agama menurut mereka memiliki tujuan yang satu, hanya saja cara beribadahnya dan adatnya saja yang berbeda.
            Merekalah para lulusan universitas negeri dan lulusan universitas terkenal yang menjadi ladang penanaman keyakinan pluralisme agama, dengan bermodalkan ilmu agama yang pas-pasan dan keyakinan terhadap islam yang setenngah-setengah termasuk sebab mudahnya teori ini mereka lahap dengan mudahnya. Dan para profesor-profesor mereka yang sok tau agama dengan title yang panjang dibelakang nama mereka dengan udahnya tanpa merasa memiliki dosa mengajarkan kepada mahasiswanya untuk meyakini keyakinan nyeleneh ini. Seorang dosen fakultas ushuluddin an Filsafat UIN Jakarta menuliskan “ Dalam diskursus pluralisme agama, penjelasan tentang transendensi ilahi ini dan bahwa seiap agama lahir dan terikat pada konterks tertentu menjadi argumen bahwa tidak ada agama yang lebih atau sempurna dari agama yang lain. Semua bentuk bentuk agama adalah sederajat, karena semuanya sedang  mewadahi ke-Maha benaran dan ke-Maha mutlakan tuhan,(hal 21).(satu tuhan satu agama hal 1,  Dr. Adian Husaini)
            Pluralisme yang digunakan para liberalis sebagai alasan kepada umat islam yang mengatas namakan agamanya paling benar, mereka melarang kita menyalahkan agama lain dan kita diharuskan nertal,dengan tidak mengatakan agama islam adalah agama yang paling benar. Jika umat ialam tetap demikian maka kita umat islam akan di beri lable “tidak tolersi” .Mereka tidak sadar ketika mereka mengatakan bahwa umat islam yang mengatasnamakan agamanya dala agama yang paling benar adalah salah, maka seketika itu dia bukanlah orang yang plural sejati, seharusnya dia mau bersikap primitif dan konsekuen pada pendapat sendiri. Mereka mengatakan toleransi dan semua adalah benar, maka mereka harus diam, mengapa? Jika mereka menyalahkan orang yang mengatakan terhadap agamanya itu adalah keyakinan yang benar, itu artinya mereka tidak toleran, mengapa mereka mengatakan kita salah, malau menurut mereka kita tidak boleh berkeyakinan dan mengatakan keyakinan kita yang paling benar?.
            Sebelum islam masuk ke Indonesia, terdapat agama yang bernama Bhairwatantara, di dalm agama ini terdapat ritual meminum darah manusia dan memakan dagingnya (Paul Michel Munoz), lalu apakan agama ini bisa disamakan dengan agama islam yang sama sekali tidak ada ritual yang aneh aneh dan menjjikkan itu?. ada juga agama yang menyembah syiton bukankah syaiton adalah musuh manusia?, beanrkah semua agama benar, dengan mereka beralaskan kebenaran yang mutlak hanyalah dari Allah, mereka tidak sadar bukakah Allah telah menjadikan islam sebagai agama penghapus dari semua agama yang harus diyakini kebenarannya?, dan Allah telah banyak mencontohkan dalam al Quran orang-orang yang tidak mempercayai dakwah islam dengan azab yang pedih nanti di neraka?.
            Dan diantara pedapat mereka mengatakan nama dari suatu agama tidak penting, dalam kehidupan jika seseorang melakukan kebaikan tidak akan ditanya apa agamanya, dan semuanya akan masuk surga asalkan melakukan kebaikan dengan tanpa ada kaitannya dengan agama. Dari sini saja pendapat nyeleneh  mereka sudan membuat orang-orang kita tertawa, mereka mengatakan nama suatu agama tidak penting asalkan berbuat baik itu lucu, bukankan yang memberi petunjuk kepada manusia bahwa suatu perbuatan itu adalah baik adalah berasal dari ajaran agama?. Manusia memiliki hawa nafsu dan akal, terkadang hawa nafsu lebih kuat daripada akal, maka tidak mungkin tanpa agama manusia akan mengetahui bahwa suatu perbuatan dikatakan sebagai kebaikan. Dan jika dikatakan demikian,  maka jika mereka para pluralime dan liberal meninggal maka bagaimana kita akan menguburkannya?, jika agama mereka tidak jelas, apakah dengan dimandikan dan di solati seperti islam? Atau apakah dengan di bakar, atau dengan cara dikuburkan berdiri atau yang lainnya?, tentu saja akan membuat kesulitan.                    
            Mereka juga mengatakan bahwa nama suatu agama tidak penting, dan jika berbuat baik tidak akan ditanya agamanya, dan kebaikan akan masuk surga dengan tanpa memenadang agama dan surga itu luas. Adakah kalimat yang mengatakan demikian dalam al Quran?, apakah mereka yang memilki surga? Bukankah neraka juga luas? Hingga mengatakan tanpa agama manusia bisa masuk surga asal berbuat baik?. Adapun kita, kita berani mengatakan siapa yang masuk islam maka dia isnyaalah masuk surga dan siapa yang kafir tempatnya adalah di dalam neraka, meski kita tidak memaksa Allah untuk memasukkan islam ke dalam surga dan kafir ke dalam neraka karena semuanya adalah kehendak Allah, Dilah yang memiliki surga dan neraka. Tapi bukankan Allah telah menjelaskannya secara jelas dalam al Quran bahwa barang siapa yang menjadikan agama selain islam maka segala amal bainya tidak akan diterima (al baqoroh 85) , demikianlah banya sekali kerancuan dari perkataan mereka.
            Islam sebagai agama yang benar telah mengajarkan toleransi dan pluralise beragama yang benar, sebagaimana telah banyak penulis katakan dalam bab lain bahwa toleransi yang benar kita kembalikan kepada mana asal plural dal kalimat bahasa ingris tadi , yaitu mngakui keberagaman yang ada dengan tanpa meyakini kebenarannya. Setiap kita harus memiliki keyakian yang kuat, agama mana yang kita pilih jika kita anggap benar maka yakinilah, boleh saja berkeyakinan agama kitalah yang paling benar. Dan mari kita hilangkan pemahan pluralisme agama yang salah itu, saya penulis memang tidak toleransi dengan pendapat yang satu ini, karena toleransi ala mereka bukanlah toleransi, tetapi sok toleransi dan gak toleransi sama sekali.

            Jika virus plural ini tetap berkembang di Indonesia khususnya, maka akan membahayakan kepada konstistusi negara kita, bukan malah mendukung bhineka tunggal ika, tapi malah merusak bhineka tunggal ika, karena menurut mereka tidak ada perbadaan dan semuanya sama, semua agama sama, masjid dan greja dan bihara juga sama, maka akan amburadul ritualnya, yang sholat akan berebut tempat, akan berebut menjadi ketua dan doa menurut cara masing masing. Dan uang paling aneh adalah acara pengurburan mayat, semua agama akan berebut menguburkan si mayit denga cara masing masing.