Minggu, 22 November 2015

Piagam Madinah dan Toleransi Islam
          Selama sepuluh tahun di Makkah dan mendapat respon negatif dari penguasa masyarakat Makkah, maka Nabi mengirim bebeapa sahabatnya menuju habasyah karena beliau mengtehui bahwa raja Habasyah yaitu raja Najasyi adalah raja yang adil dan tidak mendolimi seorangpun. Nabi memerintahkan dua belas sahabat yang laki laki termasuk Sy ustman sebanagi pimpinan bersama istri beliau sy Ruqoyyah binti rosulullah, dan dari kalangan perempuan 4 orang,  sahabatnya untuk mendakwahkan islam di negeri habayah.
Hasil gambar untuk piagam madinah            Pada bulan romadlon Nabi pergi ke masjidil harom, dan didalamnya terdapat beberapa pembesar Quraisy, saat Nabi mambaca surat an Najm “ Fasjudulirobbika wa’buduh” maka secara tidak sengaja kafir Quraisy ikut sujud bersama Nabi, mereka idak sadar dengan bacaan al Quran Nabi yang indah, sehigga kabar ini sampai kepada sahabat nabi yang berada di Habasyah dengan cerita yang berbeda, mereka dikabarkan bahwa kafir Quraisy sudah memeluk islam. Akhirnya mereka meutuskan untuk kembali ke Makkah, tetapi kabar yang mereka dapatkan bereda dengan kenyataan. Siksaan kafir Quraisy terhadap kaum mulslimin bertambah keras, sehingga nabi memutuskan untuk hijrah ke Habasyah yang kedua kalinya, kali ini jumlah sahabat yang hijrah lebih banyak, 83 dari kalangan laki-laki dan 18 dari kanagan perempuan.
            Sekian lama umat islam menerima kepedihan dari siksaan kafir Quraisy kepada mereka, tapi Allah tidak pernah membiarkan hambanya, berawal dari masuk islamnya sy Hamzah paman Nabi yang terkenal dengan kehebatannya dan kekuatannya, kemudian disusul dengan masuk islamnya Sy Umar tiga hari setelah Sy Hamzah menyatakan keislamannya, yaitu pada bulan Dzulhujjah atau tahun ke enam dari kenabian.(rohukim mahtum 103) .Maka semenjak itulah islam mulai ditakuti dan disegani oleh masyarakat Makkah, dengan masuk islamnya dua orang yang diaggap mulya dan kuat di kalangan Arab, yaitu Sy Hamzah dan Sy Umar bin Khottob.
Hasil gambar untuk piagam madinah            Merasakan pedihnya mendakwahkan islam di Makkah maka Nabi saw  diperintah untuk meakukan hijrah ke Madinah yang saat itu masih bernama Yastrib. Beliau bersama Sy Abu Bakar as shiddiq dan Abdullah bin Aby Uraiqit sebagai penunjuk jalan. Kaum muslimin berhijah bersama Umar al Faruq, Tholhah, Hamzah, Zaid bin Haris, Abd Rahman bin Auf, Abu hudzaifah, Zubair bin Awwam, Usman bin Affan, Maka hijrahlah kaum muhajirin dari Makkah pada hari senin dan tiba di Madinah pada hari senin pagi.
            Masyarakat Madinah menyambut kedatangan Nabi dan kaumnya dari Makkah dengan sambutan yang amat bahagia, mereka melantunkan qosidah yang memuji Rosulullah. Nabi memulai dakwahnya dengan membangun masjid pertama kali, dan kemudian mempersaudarakan kaum muhajirin dengan kaum ansor, dan menyuruh mereka untuk memperkuat persaudaraan dengan menyambung sulaturrahmi dan menebarkan salam kepada orang yang dikenal ataupun tidak.
Hasil gambar untuk piagam madinah            Di era ini, Nabi merintis sebuah negara dengan cara baru, beliau timbul sebagai moderenis dengan mendirikan negara islam didunia. Beliau juga membuat konstitusi tertulis di dunia. Pada tahun ke satu dari hijrah atau tahun 622 M. Dikala itu tidak ada satupun negara yang  mengatur dengan baik tatacara hidup berdampingan antar masyarakat beragama(piagam madinah dan tolransi islam hal 1 , adian husaini). maka dibangunlah oleh Nabi saw sebuah perjanjian tertulis yang mengaturnya . Beliau menulis Mistaqul Madinah (piagam madinah) untuk mengatur kehidupan sosial masyarakat madinah meskipun berbeda agama dan keyakinan.  Begitu nabi hijrah ke madinah, beliau tidak langsung memerintahkan sholat atau jihad dan lain lain, justru beliau menyuruh umat islam untuk berbuat baik antar sesamanya dengan membiasakan diri mengucap salam dikala bertemu dan menyambung silaturrahmi antar saudara. Nabi juga menpersaudarakan kaum muhajirin dan ansor sehingga walaupun mereka bukan saudara se ayahataupun se ibu, mereka masih saudara seagama, dan menyayangi mereka selayaknya menyayangi saudara sendiri.  Kemudian setelah rosulullah menguatkan persaudaraan antar sesama muslim kemudian nabi membangun persaudaraan antar umat beda agama untuk hidup damai dan berdampigan.
Konstitusi  madinah dalah saksi dari besarnya tolransi islam pada zaman itu, yakni umat muslim hidup damai berdampingan dengan non muslim di madinah. Istilah konstitusi madinah diberikan oleh seorang orientalis, W. Montgomary watt. Muhammad Zafrullah khan, mantan mentri pakistan dan wakil ketua kanstitusi internasional , memberikan nama negara Madinah sebagai “Republik Madinah” . dalam bukunya seorang cendikiawan muslim H. Zainal Abidin Ahmad memaparkan bahwa pagan madinah merupakan konstitusi tertulis pertama di dunia, mendahului Magna Charta di Inggris selama enam abad lamanya, dan mendahului konstitusi Amerika Serikat dan Prancis selama 12 abad. Karena mereka semua berawal dari inspiasi yang mereka saksikan dari sahabat nabi dan kholifah kholifah setelah nabi yang memimpin wilayah kekuasannya dengan damai. Antara umat islam dan non muslim hidup dengan damai. Muamalah dan interaksi jual beli umat muslim dengan umat non muslim diterapkan dengan baik, tidak ada saling mencaci dan membuat keributan dalam beribadah. Berikut sebagian isi piagam madinah yang telah diterjemahkan oleh H Zainal Abidin Ahmad dalam bukunya Piagam Nabi SAW: konstitusi negara tertulis pertama di dunia:
“ bahwa sesungguhnya kaum yahudi yang setia kepada negara kita, berhak mendapat bantuan dan perlindungan, tidak boleh dikurangi haknya dan tidak boleh diasingkan dari pergulan umum”
“warga negara (dari golongan) yahudi memikul biaya bersama sama kaum beriman, selama negara dalam peperangan.”
“kaum yahudi dari suku banu auf adalah satu bangsa-negara beriman dengan warga yang beriman. Kaum yahudi bebas memluk agama mereka, , kebebasan ini juga berlaku bagi pengikut lainnya. “
Akhirnya Madinah jadilah negara yang kuat dan masyarakatnya saling membela, jika kaum yahudi diserang maka muslimin wajib membelanya, demikian juga disaat muslimin di serang maka yahudi dan non muslim lainnya juga wajib membantu muslimin. Jika prjanjian itu dilanggar maka negara akan menghukum yang bersangkutan, yang muslim maupun yang kafir.
            Maka muncullah paradiga baru setelah adanya  piagam Madinah sebagai konstitusi negara Madinah keyakinan bahwa pemeluk islam adalah satu kesatuan walaupun berbeda suku, ras dan golongan. Dengan melihat piagam madinah dengan berlandasan al Quran dan hadis Nabi sangat jelas akan toleransi islam dan tidak melihat agama dalam berbuat baik, yaitu saling melindungi dan saling mebantu, dan tidak ada paksaan dalam beragama.
Akhlaq islam yang indah meskipun kepada non muslim, dalam kehidupan sehari hari kini menjadi ciri khas islam di zaman itu, sehingga banyak dari non muslim yang menyatakan dirinya memeluk islam degan tanpa peperangan. Merek mengagumi akhlaq islam yang sedemikian mulya. Allah telah menjelaskan di dalam Al quran akan tidak adanya paksaan memeluk agama islam bagi manusia, karena sudah sangat jelas sekali perbedaan mana agama yang benar dan mana agama yang salah ,manusia yang sudah diberi akal yang digunakan untuk berfikir dan dapat membedakan suarau hal lewat akalnya,  maka manusia di tuntut untuk berfikir dan memilih sendiri mana yang benar dan mana yang salah. Dan Allah sudah memberi janji baik dan buruk dari pilihannya itu, barangsiapa yang mengikuti kebenaran janji Allah baik, dan barangsiapa yang tidak mengikuti akan mendapat balsannya nanti.
  Kita tidak diperintah membenci umat yang tidak mau memeluk islam selama dia tidak menyerang islam. Umat islam dituntut berlemah lembut dalam mengajak kepada kebaikan,  sehingga mereka mendengar kalam-kalam Allah.  Dari cuplikan tarikh Rosulullah dalam piagam Madinah, kita  bisa mengetahui akan perhatian islam terhadap sikap toleransi, dengan toleransi yang diajarkan islam, maka akan menciptakan kesejahtaraan bersama.


 .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar